
Ghibah adalah salah satu dosa besar dalam Islam, namun secara langsung tidak membatalkan puasa. Artinya, seseorang yang melakukan ghibah saat berpuasa, puasanya tetap sah dan berlaku. Namun demikian, melakukan ghibah di saat berpuasa adalah tindakan yang sangat tidak diinginkan dan dapat merusak keutamaan ibadah puasa.
Meskipun ghibah tidak secara langsung membatalkan puasa, namun pelaku ghibah akan kehilangan keutamaan puasanya. Bahkan, terdapat hadis yang menyebutkan bahwa seseorang yang melakukan ghibah dapat menghapus pahala puasanya. Rasulullah Muhammad SAW bersabda;
"Sesungguhnya orang yang berpuasa dapat terjadi keadaan baginya yang tak bernilai bagi Allah selain lapar dan haus, dan sesungguhnya orang yang berdiri pada malam hari (sholat tahajjud) dapat terjadi keadaan baginya yang tak bernilai bagi Allah selain kelelahan." (HR. Ibnu Majah)
Jadi, meskipun ghibah tidak secara langsung membatalkan puasa, namun pelakunya akan kehilangan keutamaan puasanya dan mendapatkan dosa atas perbuatan ghibah tersebut. Oleh karena itu, sangat penting bagi umat Islam untuk menjauhi ghibah dan berupaya menjaga lisan dari ucapan yang tidak baik tentang orang lain, terutama saat sedang menjalankan ibadah puasa.
Berikut adalah beberapa penjelasan terkait ghibah:
Definisi
Dilarang dalam Islam
"Apakah kalian tahu apa itu ghibah? Para sahabat menjawab, 'Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.' Beliau bersabda, 'Mengatakan sesuatu tentang saudaramu yang ia benci.' Seseorang bertanya, 'Bagaimana jika dalam dirinya ada yang saya katakan?' Beliau bersabda, 'Jika ia memiliki hal itu, maka kamu telah mencelanya, dan jika tidak, maka kamu menuduhnya dengan dusta.'" (HR. Muslim)Pembatasan
Dampak Negatif
Pentingnya Menjaga Lidah
"Barangsiapa yang menjamin bagi Allah apa yang di antara dua rahangnya (lidahnya) dan di antara kedua kakinya (kelaminnya), aku menjamin bagi-Nya surga." (HR. BukhariDengan demikian, sangat penting bagi umat Islam untuk menjauhi praktek ghibah dan berupaya menjaga lidah dari mengucapkan hal-hal yang tidak baik tentang orang lain. Sebaliknya, hendaklah kita berupaya untuk berbicara dengan kata-kata yang baik dan memberikan nasihat dengan cara yang baik pula.